Mobil Masa Depan itu Dimulai oleh Tesla






Akhirnya Tesla resmi meluncurkan model S untuk pasar umum. Seremoni peluncuran pada 28 Juli ini ditandai dengan penyerahan 30 sedan tersebut kepada pembeli. Mobil ini dijual dengan harga $3500 sebelum dipotong subsidi.

Tesla, inc, perusahaan yang memproduksi mobil listrik ini didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Nama Tesla dipilih untuk menghomrati salah satu ilmuwan besar Nicolas Tesla. Sebelumnya kedua orang tersebut pada 1997 mendirikan NuvoMedia yang memproduksi Rocket eBook dan kemudian menjualnya ke Gemstar-TV Guide International sebasar $187 juta. Rocket eBook merupakan e-reader komersial pertama jauh sebelum Kindle dikenal.

Kedua pendiri Tesla tersebut bertemu dengan Musk saat Musk mulai sibuk dengan proyek Spacex. Musk yang awalnya agak skeptis kemudian menyuntikkan dana $7,5 juta dan menjadikannya sebagai komisaris utama. Ian Wright dan J.B. Strauble yang awalnya sudah kenal Musk kemudian bergabung dengan Tesla. Kelima orang inilah yang dianggap sebagai pendiri Tesla. Kini Tinggal Elon Musk dan J.B. Straubel yang masih di Tesla

Saat Tesla didirikan sebenarnya sudah terdapat mobil listrik yang diproduksi masal yaitu Toyota Prius. Mobil yang diluncurkan pertama kali tahun 1997 ini masih menngunakan teknologi hybrid, belum sepenuhnya menngunakan listrik. Mimpi Musk lebih besar daripada itu. Musk menginginkan mobil yang sepenuhnya tanpa menggunakan energi fosil, harga terjangkau dan juga harus keren.

Sebelum mendirikan Tesla, Musk memiliki 11,7% saham di Paypal. Akuisisi eBay terhadap paypal pada Oktober 2002 menghasilkan $165 juta untuk Musk. Musk menginvestasikan uang tersebut ke berbagai perusahaan diantaranya; SpaceX, SolarCity dan tentu saja Tesla.

Butuh hampir 3 tahun bagi Tesla untuk membuat purwarupa mobil listrik. Model Roadster pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Model ini merupakan mobil masal pertama yang sepenuhnya digerakkan energi listrik. Selanjutnya Tesla mengeluarkan model S (2009) dan model X (2012). Ketiga model tersebut masih terlalu mahal dengan harga paling murah $71.000. Pandangan publik di masa lalu bahwa mobil listrik itu lamban dan gak keren berhasil dipatahkan oleh Tesla.

Perjalanan Tesla tidak berjalan mulus, beberapa kali sempat mengalami permasalahan serius . Martin Eberhard yang menjadi CEO sejak berdiri, dicopot dari jabaatannya pada 2007 dan keluar dari Tesla pada 2008. Di bawah kepemimpinannya Tesla dianggap tidak mengalami kemajuan signifikan, bahkan cenderung menghambur-hamburkan uang investor. Tahun 2008 Tesla – dan juga Spacex – nyaris di ambang kebangkrutan. Ketiga peluncuran Spacex gagal dan Tesla belum juga menjual banyak mobil. NASA menyelamatkannya ketika Musk mendapatkan uang $1,6 milyar untuk 12 kali peluncuran.

Pada Juni 2010 Tesla melakukan melakukan IPO dengan menjual 13,3 juta saham seharga $17 perlembar. Kini harga sahamnya mencapai peningkatan 1600% dibandingkan saat IPO dan market cap Tesla melebihi GM dan Ford.

Dengan rencana Tesla yang akan memproduksi 500.000 mobil pertahun akan ada kebutuhan baterai yang sangat besar. Untuk itu pada tahun 2014 Tesla bekerjasama dengan Panasonic dan partner strategis lainnya mendirikan Gigafactory yang memproduksi baterai ion lithium . Direncanakan pada tahun 2018 perusahaan yang berlokasi di Nevada ini bisa beroperasi dengan penuh dan diperkirakan mampu memproduksi baterai ion lithium lebih banyak dibandingkan seluruh pabrikan ion lithium di dunia pada tahun 2013.

Pengendara mobil Tesla juga dimudahkan dengan dibangunnya stasiun pengisian baterai yang dibangun di jalanan Amerika. Stasiun pengisian ini dibangun oleh Solarcity, perusahaan lain milik Musk.

Energi fosil yang kian habis mengharuskan kita berpikir untuk mencari energi laternatif lain dan energi matahari menjadi salah satu pilihan penting. Diperkirakan konsumsi BBM akan mencapai puncak di tahun 2040 kemudian akan menurun drastis.

Menjadi pelopor teknologi mobil listrik memberikan kesempatan Tesla meraup keuntungan besar. Namun musk punya pandangan lain. Pada Juni 2014 semua paten yang dimiliki Tesla dibuka ke publik. Menurut Musk, cara ini sesuai dengan cita-cita didirikannya Tesla yaitu mempercepat adopsi alat transpotasi yang berkelanjutan.

Apapun yang terjadi, Musk dan Tesla akan dikenang sebagai pelopor kendaraan masa depan yang ramah energi.

Jeff Bezos dan Keajaiban Amazon






Jeff Bezos, pendiri Amazon sempat menjadi orang terkaya di dunia pada 27 Juli meski hanya sesaat. Sahamnya yang melonjak sementara membuat kekayaannya mencapai $91 milyar melampau kekayaan Bill Gates senilai $90 milyar.

Bill Gates, pendiri Microsoft ini telah menjadi orang terkaya di dunia sejak 1995, hanya beberapa kali predikat itu berpindah tangan ke Carlos Slim (2010-2013) dan Warren Buffet (2008). Banyak yang memprediksi kelak Bezos lah kandidat paling kuat yang akan menggeser tahta Gates.

Berawal dari mimpi membuat “toko buku terbesar di dunia”, Amazon kini telah menjadi kerajaan bisnis yang menakjubkan. Bezos mendirikan amazon.com yang awalnya berjualan buku secara daring pada 1995 menantang langsung Barnes & Noble, pemain lama di bisnis buku. Mulai tahun 1998 Amazon mulai menambah jenis barang yang dijual. Kini Amazon menajdi toko online retail terbesar di dunia dan dijuluki “Everything Store“.

Tak puas hanya dengan berjualan online, pada 2005 Amazon menambah lini bisnisnya dengan Amazon Web Service (AWS), menjadikannya salah satu pemain besar public cloud di segmen Infrastructure as A Service (Iaas). Saat ini AWS menguasai lebih dari 40% pasar public cloud meninggalkan jauh 2 rival beratnya Microsoft Azure dan Google Cloud Platform. Salah satu keunggulan AWS adalah jenis layanan yang beragam, hingga sekitar 119 jenis layanan ditawarkan.

Tergiur dengan bisnis hiburan, tahun 2005 Amazon meluncurkan layanan Amazon Prime. Layanan ini menjual video dan musik digital. Pelanggannya kini mencapai 80 juta, dan secara konsisten naik terus menggerus market share Netflix yang masih memimpin di pasar Amerika.

Untuk terus menjaga pelanggan di segmen buku, Amazon meluncurkan Kindle, sebuah perangkat untuk membaca e-book pada tahun 2007. Ini merupakan perangkat keras pertama yang dikembangkan dan dijual ke pasaran oleh Amazon. Kindle menggunakan tampilan kertas elektronik e-ink yang mempunyai 16 tingkat warna abu-abu. Kindle terus berinovasi dengan mengeluarkan berbagai varian termasuk Kindle Fire, varian yang berlayar LCD. Amazon kini menjual lebih banyak e-book dibandingkan buku fisik dan di pasar Amerika menguasai 74% pasar e-book meninggalkan jauh rival-rivalnya.

perjalanan-amazon-jeff-bezos
Perjalanan Jeff Bezos dan Amazon

Amazon yang awalnya dikenal sebagai toko online sepertinya ingin mengubah dirinya menjadi pemain di segmen teknologi inovasi. Setelah meluncurkan Kindle, pada 2015 diluncurkan Amazon Echo. Perangkat yang berwujud speaker pintar ini mampu bekerja dengan perintah suara. Menurut laporan terpercaya, Echo mulai dikembangkan di laboratorium sejak 2010. Lupakan Apple yang produknya pernah menjadi pelopor; iPod, iPhone dan iPad. Echo kini mengubah permainan. Tak ingin ketinggalan, Google meluncurkan produk sejenis, yaitu Goolge Home kemudian Apple dengan Apple HomePod. Perangkat-perangkat ini menggunakan kecerdasan buatan sebagai fondasinya.

Tak puas hanya membesarkan Amazon, Jeff Bezos juga bermain di sektor lain. Washington Post, salah satu media besar di Amerika dibeli dan diselamatkan dari kehancuran.

Cukup. Belum. Bezos punya mimpi kelak manusia bisa melakukan wisata ke luar angkasa dengan biaya terjangkau, mimpinya coba diwujudkan dengan mendirikan Blue Origin. Bahkan Blue Origin sudah ada secara formal sejak tahun 2000.

Setelah era Bill Gates dan Steve Jobs, dunia menyaksikan karya-karya besar Jeff Bezos dan Elon Musk.



gtag('config', 'UA-109654239-1');

Blokir






Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan pemblokiran Telegram. Meskipun hingga saat ini hanya Telegram versi web yang diblokir namun kehebohannya tak kalah dengan penutupan Vimeo yang dilakukan oleh menkominfo di era sebelumnya. Alasannya karena Telegram digunakan sebagai alat komunikasi oleh para teroris dan juga wadah penyebaran paham Islam ekstrem.  Belakangan diketahui bahwa ada kelalaian dari pihak Telegram dalam menanggapi permintaan pemerintah RI untuk menutup ribuan kanal tersebut.

Sensor internet sebenarnya hal yang biasa dilakukan di berbagai negara. Contoh paling ekstrem adalah Korea Utara. Konon di sana warga biasa tidak bisa menikmati internet. Hanya warga yang memiliki jabatan memiliki akses terhadap internet. Negara lain yang melakukan sensor cukup keras adalah Kuba, Iran, Saudi Arabia dan China.Cerita menarik mengenai sensor internet terjadi di China. Tak tanggung-tanggung, negara dengan penduduk nyaris 1,4 milyar ini berani memblokir pemain besar seperti Google, Facebook, Twitter, dan daftarnya masih panjang.

Raksasa teknologi dalam negeri, Baidu mendapatkan berkah dengan diblokirnya Google. Baidu memiliki banyak layanan diantaranya; mesin pencari, peramban, dan sebagainya. Saat Google masih bercokol di China, Baidu tetap menjadi mesin pencari nomor 1 di China dengan menguasai 80% market share. Hengkangnya Google menjadikan Baidu nyaris satu-satunya mesin pencari di China. Nilai perusahaannya mencengangkan, sekitar $ 52,33 milyar. Menempatkannya pada urutan 19 di NASDAQ dalam kategori Technology Company
http://www.nasdaq.com/screening/companies-by-industry.aspx?industry=Technology&sortname=marketcap&sorttype=1

China juga nemiliki banyak produk lain menggantikan produk global di antaranya; Renren menggantikan Facebook, Weibo menggantikan Twitter, Wechat menggantikan WhatsApp, dan masih banyak lagi.

perbandingan-facebook-renren-whatsapp-wechat-twitter-weibo
Perbandingan pengguna produk global dibandingkan produk penggantinya di China

Pengguna internet di China tahun 2016 tercatat sebanyak 720 juta atau sekitar 20% dari total pengguna internet dunia. Dengan angka sebear itu tentu China memiliki potensi pasar yang luar biasa. Penggunaan bahasa dan aksara yang unik memampukan produk lokal bersaing lebih baik. Bahkan ketika sebuah produk hanya fokus di pasar domestik pun, ini sudah cukup menguntungkan.

Jadi, setuju atau tidak dengan pemblokiran ?. Ngomong-ngomong fans ISIS pada migrasi menggunakan Baaz tuh.



gtag('config', 'UA-109654239-1');



Google Suite

Ingin memiliki email dengan domain sendiri dan fasilitas seperti gmail? Cobalah Google Suite.

Diluncurkan dengan nama Google App pada 28 Agustus 2006 layanan ini mengganti namanya menjadi Gogle Suite pada 29 September 2016. Saat awal duluncurkan Google App menawarkan 100 akun email gratis untuk setiap domain yang didaftarkan. Kemudian penawaran email gratis ini dikurangi menajdi 50, 10, 1 dan kemudian dihentikan sama sekali pada 6 Desember 2012. Layanan ini ditawarkan dengan pilihan harga paling murah sebesar $3 untuk paket Basic, ini sekitar Rp. 40.000. Dengan paket basic Anda mendapatkan banyak keuntungan seperti salah satunya penyimpanan email dan Google Drive sebesar 30 GB. Jika menginginkan fitur yang lebih baik sila pilih paket Business atau Enterprise.

Di situsnya mereka menyebutkan tak kurang dari 5 juta bisnis telah menggunakan layanan Google Suite. Tidak jelas betul berapa banyak yang menggunakan layanan gratis dan berbayar.

Sejak 2012 saya mengelola 2 domain milik organisasi yang memanfaatkan Google app. Kedua domain tersebut didaftarkan pada layanan Google app sejak 2010 sehingga mendapatkan 50 akun gratis per domain. Akun gratis ini terus berlaku hingga sekarang.

tampilan-konsol-admin-google-suite
Tampilan konsol admin Google Suite

Tertarik dengan layanan inI saya mendaftarkan domain pribadi dan mendapat 10 akun email gratis. Tentu saja saya tak perlu memakai 10 akun tersebut. Diluncurkannya domain.id memaksa saya harus membeli domain nasir.id. Kapan lagi punya domain keren memakai nama sendiri , mumpung belum dibeli orang lain. Sejak setahun yang lalu domain ini saya daftarkan pada Google Suite Basic dengan akun email nasir@nasir.id.  Karena layanan free sudah tidak ada lagi maka saya harus membayar $3 perbulan yang ditagihkan lewat kartu kredit.

Agar akun email yang telah kita daftarkan pada Google Suite dapat bekerja dengan baik, jangan lupa untuk mengatur MX records domain Anda.

Meskipun tidak ada kompetitor yang memberikan layanan yang sama persis dengan Google Suite, Office 365 dari Microsoft seringkali dibanding-bandingkan dengan Google Suite. Bagi saya kedua layanan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan tak bisa dibandingkan begitu saja. Kebetulan saya memakai keduanya.

Ingin berdiskusi lebih lanjut? Saya dapat dihubungi di nasir@nasir.id.



gtag('config', 'UA-109654239-1');