Blokir






Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan pemblokiran Telegram. Meskipun hingga saat ini hanya Telegram versi web yang diblokir namun kehebohannya tak kalah dengan penutupan Vimeo yang dilakukan oleh menkominfo di era sebelumnya. Alasannya karena Telegram digunakan sebagai alat komunikasi oleh para teroris dan juga wadah penyebaran paham Islam ekstrem.  Belakangan diketahui bahwa ada kelalaian dari pihak Telegram dalam menanggapi permintaan pemerintah RI untuk menutup ribuan kanal tersebut.

Sensor internet sebenarnya hal yang biasa dilakukan di berbagai negara. Contoh paling ekstrem adalah Korea Utara. Konon di sana warga biasa tidak bisa menikmati internet. Hanya warga yang memiliki jabatan memiliki akses terhadap internet. Negara lain yang melakukan sensor cukup keras adalah Kuba, Iran, Saudi Arabia dan China.Cerita menarik mengenai sensor internet terjadi di China. Tak tanggung-tanggung, negara dengan penduduk nyaris 1,4 milyar ini berani memblokir pemain besar seperti Google, Facebook, Twitter, dan daftarnya masih panjang.

Raksasa teknologi dalam negeri, Baidu mendapatkan berkah dengan diblokirnya Google. Baidu memiliki banyak layanan diantaranya; mesin pencari, peramban, dan sebagainya. Saat Google masih bercokol di China, Baidu tetap menjadi mesin pencari nomor 1 di China dengan menguasai 80% market share. Hengkangnya Google menjadikan Baidu nyaris satu-satunya mesin pencari di China. Nilai perusahaannya mencengangkan, sekitar $ 52,33 milyar. Menempatkannya pada urutan 19 di NASDAQ dalam kategori Technology Company
http://www.nasdaq.com/screening/companies-by-industry.aspx?industry=Technology&sortname=marketcap&sorttype=1

China juga nemiliki banyak produk lain menggantikan produk global di antaranya; Renren menggantikan Facebook, Weibo menggantikan Twitter, Wechat menggantikan WhatsApp, dan masih banyak lagi.

perbandingan-facebook-renren-whatsapp-wechat-twitter-weibo
Perbandingan pengguna produk global dibandingkan produk penggantinya di China

Pengguna internet di China tahun 2016 tercatat sebanyak 720 juta atau sekitar 20% dari total pengguna internet dunia. Dengan angka sebear itu tentu China memiliki potensi pasar yang luar biasa. Penggunaan bahasa dan aksara yang unik memampukan produk lokal bersaing lebih baik. Bahkan ketika sebuah produk hanya fokus di pasar domestik pun, ini sudah cukup menguntungkan.

Jadi, setuju atau tidak dengan pemblokiran ?. Ngomong-ngomong fans ISIS pada migrasi menggunakan Baaz tuh.



gtag('config', 'UA-109654239-1');